Semoga Harimu Bahagia dan Menyenangkan:D

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Tuesday, June 23, 2020

Dongeng Ispiratif

KISAH ANAK ANJING.


Disebuah desa yang sangat indah, adalah seekor anak anjing yang kecil dan lucu. Suatu hari di pagi hari yang sangat cerah anak anjing ini sedang berjalan-jalan dengan gembira riang di ladang tuanya. Ketika dia mendekati kandang kuda dia mendengar binatang besar itu menanggil dirinya, kemudian anjing itu dengan senyuman yang manis berlari sambil melomat menuju kandang  sang kuda.

Kuda:"Hai adik kecil, kamu pasti masih baru disini ya?, karena saya baru pertamakali melihat kamu, hehehe bagaimanapun lucu dan manisnya dirimu cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau sebenarnya pemilik ladang ini sangat mencintai saya daripada semua binatang yang ada disini. Yah jelas saja karena saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, menjadi tungganganya dan selalu menemaninya berpergian, dan binatang kecil seperti kamu tidak ada nilai apapun di matanya, sungguh menyedihkan". Kata kuda dengan sinis.

Lalu anjing kecil itu tersenyu kepada kuda itu dan dengan mata yang berkaca-kaca pergi meninggalkan kuda itu sambil menundukan kepalanya dengan hati yang iba dan sedih, dalam kesedihanya dia mencoba berfikir dalam hatinya kalau hari secerah ini tidak boleh dilalui dengan hati yang sedih.

Kemudian anjing ini kembali berjalan-jalan dengan gembira mengelilingi ladang tuanya, selang beberapa saat ada seokor sapi betina memanggilnya diapun dengan riang gembira menuju sapi itu sekiranya bisa menjadi temanya.

Sapi: "Hallo anjing kecil yang lucu, heheh taukah kamu kamu bahwa saya adalah binatang yang paling terhormat disini!.Itu karena istri dari pemilik ladang ini membuat mentega dan keju dari susu saya. Huh kamu tentu tidak berguna bagi keluarga ini, cepat pergi senyuman mu itu membuat saja mual" kata sapi dengan sombong.

Anak anjing inipun masih bisa tersenyum manis den pergi meninggalkan si sapi itu, lalu dia mulai bersedih lagi, tapi karena hari masih siang dia kembali meneguhkan hatinya agar jangan melewati hari dengan kesedihan, dan diapun menlanjutkan perjalananya mengelilingi ladang milik tuanya.

Ketika baru beranjank sedikit saja dari kandang sapi, datanglah seekor domba yang mengatakan sesuatu kepada sapi, "Hai sapi, kedudukan mu tidak lebih tinggi dari saya! karena sayalah yang memberikan mantel bulu kepada pemilik ladang, maka dari itu saya juga berkontribusi dalam kehidupan pemilik ladang dengan memberikan kehangatan dari mantel yang di buat dari bulu saya, Tapi di fikir-fikir omongan kamu ada benarnya juga. Anjing kecil  ini sama sekali tidak ada manfaatnya berada di sini."

Kemudian satu persatu binatang lain ikut meledek anjing kecil itu, sambil menceritakan kedudukan dan fungsi mereka diladang itu, ayampun berani menyombong dengan berkata bahwa dia memberikan daging dan telur kepada pemilik ladang, kucingpun tidak mau kalah dia berkata dengan sombongnya kalau dialah yang menghalau tikus-tikus agar tidak memakan gandum si pemilik ladang, begitu pula binatang lain menceritakan  manfaat mereka bagi si pemilik ladang, hingga hampir malam hari para binatang itu meledek si anjing kecil karena di anggap tidak memberikan kontribusi apapun bagi si pemilik ladang.

Terpukul oleh perkataan binatang-binatang itu anjing kecil ini tidak sanggup menahan kesedihanya dia sangat terpukul dan pergi ke tempat sepi sambil terisak-isak dan merenungi serta menyesali nasibnya.
Sementara itu seperti halnya mengusir seorang musuh para binatang-binatang itu bersorak riang gembira.

Di sudut lumbung di tempat yang sepi anjing kecil ini berkata "huh, sedih rasanya, sudah yatim piatu, di anggap tidak berguna dan disingkirkan pula dari pergaulan", sambil melihat kelangit anjing kecil itu melolong dengan sedihnya, suara rintihanya terdengar oleh seekor lembu tua yang tidak jauh dari sana.

Kemudian lembu tua itu mendekati anjing kecil itu dan menyimak kesedihanya. Anjing kecil berkata "Kakek lembu, saya tidak bisa memberikan apa-apa kepada keluarga ini saya sangat tidak berguna disini".

Karena terharu Lembu tua itu sambil menghela nafasnya dan berkata "Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati,kamu juga tidak bisa memberikan telur,susu,ataupun bulu.
Tapi bodoh sekali rasanya jika kamu memaksakan untuk mengisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan.
kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan dengan begitu kamu bisa berguna bagi pemilikmu itu." Kakek lembu mengakhiri nasehatnya lalu pergi.

Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dengan wajah terlihat lelah, anjing kecil itupun berlali menghapirinya dengan mata yang berbinar penuh kebahagiaan, mencium kaki majikanya, dan melompat kepelukan majikanya, sambil menjatuhkan diri ke rumput, anjing kecil itupun bersama pemiliknya berguling-guling di rumput dengan tertawa yang lepas seolah melepas semua beban fikiran mereka.

Akhirnya, Pemilik ladang itupun memeluk anjing kecil itu dengan erat dan berkata."Meskipun saya pulang dalam keadaan lelah, tapi semua rasa lelah itu menjadi sirna karena kamu menyambutku seperti ini wahai anjing kecilku. Kamu sungguh yang paling berharga disini,diantara semua binatang-binatang yang ada disini, walaupun kecil tapi kamu memberikan kasih sayang yang besar".

Lalu anjing kecil dan tuanya masuk kedalam rumah....

7 comments:

  1. terimakasih atasbkunjunganya. silahkan berkunjung kembali

    ReplyDelete
  2. Ceritanya baguss
    Mengingatkan untuk selalu bersyukur dalam hal sekecil apapun 😇

    ReplyDelete
  3. Ceritanya bagus. Mengingatkan untuk selalu bersyukur dalam segala hal sekecil apapun 😇😇

    ReplyDelete
  4. Wah bagus dongengnya, menyentuh hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih, atas kunjungnya semoga bermanfaat😊

      Delete

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages